N A S E H A T W A N I T A M U S L I M A H

KUMPULAN ARTIKEL "NASEHAT WANITA MUSLIMAH"




**********************************************************************************

JANGAN MENYINGKAT SALAM DALAM PENULISAN
==============================






بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh




Ucapkanlah salam dengan benar , karna salam itu DOA .
Mungkin karena kesibukan, diantara kita sering menyingkat ucapan “salam” yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi “cacian” dan kata “jorok”.


Ucapan ”Assalamu’alaikum”, السلام عليكم, merupakan anjuran agama,dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam diantara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]


Singkatannya pun macam-macam. Ada yang singkat seperti :
“Asw”atau “Aslm“. Ada yang sedikit lebih panjang seperti“Ass Wr Wb” atau “Aslmwrwb. Namun yang sering adalah singkatan “Ass“. Singkatan terakhir ini paling umum dan paling sering digunakan. Ini adalah singkatan yang tidak enak untuk dibaca, terlebih kalau mengerti artinya. Marilah kita simak singkatan ini. Dalam kamus linguistik yang saya punya, arti dari kata Ass yang berasal dari bahasa Inggris. itu adalah sebagai berikut;



“Ass” berarti:


- kb.(animal) yang artinya keledai.

- Orang yang bodoh. Don’t be a silly (Janganlah sebodoh itu).

- Vlug(pantat).





Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh adalah sebuah ucapan salam sekaligus doa yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do’a seorang Muslim terhadap saudara Muslim yang lain. Maka, apabila kita mengucap salam dengan hanya menuliskan “Ass“, secara tidak sadar mungkin kita malah mendoakan hal yang buruk terhadap saudara kita.



Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru menulis pesan. Barangkali, singkatan itu bisa mempercepat pekerjaan. Karena itu jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam lewat SMS dengan kalimat lengkap karena sedang menyetir di jalan, misalnya, solusinya cukup mudah adalah menulis pesan to the point saja. Tulislah “met pagi, met siang, met malam dan seterusnya. Ini masih lebih baik dibandingkan kita harus memaksakan diri menggunakan singkatan dari doa keselamatan Assalamu’alaikum menjadi “Ass” (pantat).


Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan doa keselamatan yang terjadi justeru sebaliknya, mendoakan keburukan.Kalau boleh saya mengistilahkah, niat baik ingin berdoa, jadinya malah ucapan kotor.



Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan doa. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah penghormatan pula yang lebih baik, atau minimal, balaslah dengan yang serupa.



Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan.



kalau kita mengganti ucapan kalimat salam arti awalnya sangat mulia, maka, yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa menjadi umpatan kotor. Karena itu, jika tidak berhati-hati, mengganggati ucapan Assalamu’alaikum (Semoga sejahtera atasmu) dengan menyingkatnya menjadi “Ass”(pantat), ini mirip dengan mengganti doa yang baik dengan mengganti dengan bahasa jalanan orang Jakarta, yang artinya kira-kira, berubah arti menjadi (maaf) “Pantat Lu!”



Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim.



Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW, intinya untuk merekatkanukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam, hukumnya adalah sunnah.Sedangkan bagi yang mendengarnya, wajib untuk menjawabnya.



“Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah.



Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

“Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”


Allah SWT berfirman didalamAl-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86.

Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.


Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).


Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah.


Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani) Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda,


“Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”


Allah SWT berfirman didalamAl-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86.

Demikianlah Allah SWT memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.


Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala). Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah SAW, seorang sahabat datangdan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah SAW lalu bersabda,


“Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujarbeliau.Tak lamakemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikumWarahmatullah.” Kata Rasulullah SAW, “Orang ini mendapat 20 pahalakebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan,“Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa baraokatuh.” Rasulullah pun bersabda,“Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari AbiHurairah].



Nah dari tiga singkatan itu silahkan Anda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi yang dipilihkan untuk kita.


Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu’alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf L nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu’alaikum.


Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi dengan ucapan “Assaamu‘alaika ya Muhammad” (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).


Dan kata Asaamu ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari “Assalaamu‘alaikum“. Maka nabi berkata,

“Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu ‘alaikum, maka jawablah dengan wa ‘alaikum (Dan semoga atas kalianpula).” [HR. Bukhari]



Tulisan ini, mungkin nampak sederhana. Meski sederhana, dampaknya cukup besar. Boleh jadi, kita belum pernah membayangkannya selama ini.Nah, setelah ini, sebaiknya alangkah lebih baik jika memulai kembali menyempurnakan salam kepada saudara kita. Tapi andai kata memang kondisi tak memungkinkan, sebaiknya, pilihlah singkatan yang sudah dipilihkan Nabi kita Muhammad SAW tadi. Mungkin Anda agakcapek sedikit tidak apa-apa, sementara sedikit capek, 30 pahala kebaikan telah kita kantongi.


http://arraniri.blogspot.com/2009/04/makna-salam-ass-menurut-islam.html




SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT , DAN BISA KITA AMALKAN



************************************************************************************************************


RENUNGAN BUAT CALON SUAMI ISTRI & SUAMI ISTRI SHOLEHA











بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


UNTUK CALON SUAMI YANG SHOLEHA :
-----------------------------------------------

Jangan kau menginginkan menjadi raja dalam istanamu. Disambut isteri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan.

Jika ini kaulakukan, istanamu tidak akan lanngeng.

Lihatlah manusia teragung sepanjang sejarah, Muhammad SAW tidak marah ketika harus tidur di luar beralaskan sorban,

karena sang isteri tidak mendengar kedatangan beliau.

Tetap tersenyum, meski tak tersedia makanan di hadapan, ketika lapar.

Menjahit bajunya yang robek ...........

Jangan engkau terlalu cinta pada isterimu. Jangan engkau terlalu menuruti isterimu. Jika itu engkau lakukan, akan celaka.

Engkau tidak akan dapat melihat hitam dan putih, tidak akan dapat melihat benar dan salah. Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabimu ketika mengharamkan apa yang telah Allah halalkan hanya karena menuruti kemauan isteri.

Tegaslah terhadap isterimu!! Dengan cintamu ajaklah ia taat kepada Allah. Jangan biarkan ia dengan kehendaknya.

Lihatlah isteri Nuh dan Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang.

Isterimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah isterimu. Jadikanlah ia sebagai Hajar, wanita utama yang setia terhadap tugas suami, Ibrahim.

Jadikan ia sebagai Maryam. Wanita utama yang bisa menjaga kehormatannya.

Jadikan ia sebagai Khadijah, wanita utama yang bisa mendampingi tugas suami, Muhammad SAW menerima tugas risalah.

Isterimu adalah tanggung jawabmu... Jangan larang mereka untuk taat kepada Allah.

Biarkan ia giat berdakwah kepada kaumnya untuk menyegerakan tegaknya kembali kalimah-Nya.

Biarkan ia menjadi wanita yang sholehah yang senantiasa mengokohkan dakwahmu dan dakwahnya.

Tegur ia tatkala ia lalai dalam melaksanakan amanahnya. Biarkan ia menjadi Hajar, Maryam atau bahkan Khodijah.

Sungguh jangan kau belenggu dengan egomu.



UNTUK CALON ISTRI YANG SHOLEHA :
---------------------------------------------

Jika engkau menjadi isteri, jangan engkau menginginkan menjadi ratu dalam istanamu.

Disayang, dimanja dan dilayani oleh suamimu. Terpenuhi apa yang menjadi keinginanmu.

Jika itu engkau lakukan, istanamu akan menjadi neraka bagimu.

Jangan engkau paksa suamimu menurutimu.

Jangan engkau paksa suamimu untuk melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya.

Siapkan dirimu untuk menjadi Hajar, yang setia terhadap tugas suami.

Siapkan dirimu untuk menjadi Maryam, yang bisa senantiasa menjaga kehormatannya.

Siapka dirimu untuk menjadi Khadijah, yang bisa mendampingi suami tercinta mejalankan misi dakwahnya.

Jangan kau usik suamimu dengan rengekanmu. Jangan kau usik suamimu dengan tangismu.

Jika itu kau salah gunakan, kecintaannya padamu yang begitu besar akan memaksanya menjadi pendurhaka.




UNTUK PARA BAPAK :
--------------------------

Jika kau menjadi bapak, jadilah bapak yang bijaksana layaknya Lukamnul Hakim.

Jadilah Bapak yang tegas seperti Ibrahim.

Jadilah Bapak yang dipenuhi kasih dan sayang seperti Muhammad SAW. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah anak, dan istrimu untuk senantiasa taat pada Allah.

Jadikan ia sebagai Yusuf yang berbakti. Jadikan ia setaat Ismail.

Jangan jadikan ia sebagai anak yang durhaka.

Mohonlah kepada Allah...

Mintalah kepada Allah agar mereka menjadi anak yang sholih dan senantiasa menjadi pejuang Islam.



UNTUK PARA IBU :
----------------------


Jika kau menjadi ibu, jadilah kau ibu yang bijak, ibu yang teduh, yang bisa memberi keteduhan pada suami dan anak-anakmu. 

Bimbinglah anakmu dengan kasih sayangmu. Jadikan mereka mujahid. Jadikan mereka tentara-tentara Allah. Jangankan biarkan mereka larut dalam kemanjaan dan malas-malasan. 

Siapkan mereka menjadi anak yang shalih.
Hamba yang shalih. Yang siap menegakkan risalah Islam.

Pernikahan laksana ajal, tak peduli siap atau tidak, pada waktu yang telah ditentukan dia akan datang menjemput seseorang untuk berpindah ke alam lain. Maka beruntunglah bagi siapa yang mempersiapkan diri.



*** MANUSIA AKHIR JAMAN ***


UNTUK SUAMI RENUNGKANLAH :
----------------------------------------

Pernikahan menyingkap tabir rahasia. Isteri yang kamu nikahi tidak semulia Khadijah, tidak setaqwa Aisyah, pun tidak setabah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah ...

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama.

Isterimu menjadi tanah, kamu langit penaungnya.

Isteri ladang tanaman, kamu pemagarnya.

Isteri ibarat ternak, kamu penggembalanya.

Isteri adalah murid, kamu mursyidnya.

Isteri bagaikan anak kecil, dan kamu tempat bermanja dan berkeluh kesah ia.

Dan ketika isteri menjadi racun, kamulah penawar bisanya.

Seandainya isteri tulang yang bengkok maka berhati-hatilah meluruskannya ...

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT.

Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Rasulullah SAW, pun bukan Sayyidina Ali Karramallahuwajhah.

Cuma suami akhir zaman yang mencoba untuk menjadi suami soleh. Aamiin .........



UNTUK ISTRI RENUNGKANLAH :
--------------------------------------

Pernikahan menyingkap tabir rahasia.

Suami yang menikahimu tidak semulia Muhammad SAW, tidak setaqwa Ibrahim, pun tidak setabah Ayub.

Apalagi setampan Yusuf..

Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita-cita membangun keturunan yang sholeh ...

Pernikahan menyadarkan akan kewajiban bersama..

Suami menjadi pelindung, kamu penghuninya.

Suami adalah nahkoda kapal, dan kamu pengemudinya..

Saat suami seorang raja, kamu dapat merasakan anggur singgasananya.

Dan ketika suami menjadi racun, kamulah penawar bisanya.

Sungguh , tatkala suami sebagai inti jantung keluarga, maka anti-lah rusuk pelindungnya.

Seandainya suami bengis lagi lancang, maka berhati-hatilah meluruskannya ...

Pernikahan menginsyafkan kita perlunya keimanan dan ketaqwaan. Untuk belajar meniti ridho Allah SWT.

Karena memiliki suami yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Khadijah yang sempurna dalam menjaga, pun bukan Hajar yang setia dalam sengsara.

Cuma wahnita akhir zaman yang mencoba untuk menjadi istri salehah. Aamiin .........


"Semoga Allah Mengumpulkan Yang Berserakan Dari Keduanya, Memberkati Mereka Berdua Dan Kiranya Allah Meningkatkan Kualitas Keturunan Mereka, Menjadikan Pembuka Pintu Rahmat, Sumber Ilmu Dan Nikmat Serta Rasa Aman Bagi Umat" (Doa Rasulullah Saat Pernikahan Putrinya Fatimah Dengan Ali Bin Abi Thalib)

0 komentar:

Posting Komentar